Pebulutangkis Ganteng dan Hebat Belgia ini Ternyata Orang Bandung

Pebulutangkis Ganteng dan Hebat Belgia ini Ternyata Orang Bandung


Gelaran bergengsi BWF World Championship 2015 bukan hanya menjadi ajang pembuktian pemain terbaik dunia, melainkan juga sebagai momen pulang kampung. Pada Kejuaraan Dunia kali ini, ternyata beberapa pebulutangkis dunia memiliki darah Indonesia.
Yuhan Tan misalnya. Tunggal putra yang memutuskan membela Belgia itu ternyata merupakan keturunan Indonesia. Darah tersebut ia peroleh dari sang ayah yang berasal dari Kota Bandung. Menariknya, meski lahir dan besar di Belgia, Yuhan masih fasih berbahasa Indonesia.
Berbicara mengenai karier, pemain kelahiran 21 April 1987 itu merupakan salah satu tunggal putra terbaik dalam sejarah Belgia yang memenangkan delapan kejuaraan nasional di nomor tunggal putra. Yuhan juga menjadi tunggal putra termuda yang lolos ke Olimpiade 2008 di Beijing, China. Sayang, Komite Olimpiade Belgia tidak memilihnya. Ia baru berpartisipasi di pesta olahraga dunia itu pada Olimpiade 2012 di London, Inggris.
Sebagai catatan, Kejuaraan Dunia di tanah leluhur sang ayah ini merupakan keikutsertaannya yang keempat (2010, 2011, 2013, dan 2014).
Ingin mengetahui lebih dalam sosok Yuhan? Berikut wawancara Okezone dengan Ketua Komisi Atlet BWF ini:
Okezone (O): Seberapa sering Anda mengunjungi Indonesia?
Yuhan (Y): Meski lahir di Belgia, saya cukup sering datang ke Indonesia. Karena papa saya orang Bandung dan banyak keluarga di sana, maka saya sering ke sini. Paling tidak setahun sekali ke Bandung. Saya masih cinta Indonesia.
O: Bagaimana Anda mengenal bulutangkis, sementara di Belgia tidak populer?
Y: Bulutangkis di Belgia memang tidak populer. Saya mengenal olahraga ini dari papa, beliau rajin bermain badminton dan sering mengajak saja sejak kecil. Dan ternyata saya juara di Belgia, jadi lanjut main dan fokus pada olahraga ini. Saya juga beberapa kali menjuarai kejuaraan nasional dan satu kali ikut Olimpiade 2012.
O: Anda juga ternyata seorang mahasiswa jurusan kedokteran?
Y: Saat ini saya sedang menempuh semester 11 (di Universitas Maastricht), sampai semester 12. Lumayan sulit membagi waktu, antara kuliah dan latihan. Saya sendiri hanya berlatih satu kali dalam sehari. Sekarang saya sedang koas, kerja dari jam 8.00 pagi sampai jam 6.00 sore dan 6.30-8.30 saya latihan, pulang, tidur, dan begitu setiap harinya.
O: Setelah lulus kuliah apa yang akan Anda pilih? Bulutangkis atau menjadi dokter?
Y: Sejak dulu saya tertarik di bidang kedokteran dan setelah lulus kuliah, saya mau mengambil spesialis bedah. Jadi sulit untuk tetap berkarier sebagai pebulutangkis.
O: Lantas bagaimana dengan perkembangan bulutangkis di Belgia? Apa sudah sejajar dengan Inggris atau Denmark?
Y: Bulutangkis di Belgia masih kurang populer. Di Belgia yang lagi in adalah sepakbola. Karena sepakbola di sana sedang berada dalam generasi terbaik, selain itu ada sepeda.
O: Lantas bagaimana Anda mencari sparing partner?
Y: Ada beberapa pemain Belgia, tetapi level mereka masih jauh dari pemain Indonesia. Dan saya juga kan mahasiswa kedokteran, sehingga tidak bisa banyak menghabiskan waktu di lapangan. Kalau sering pergi-pergi nanti kuliah saya terbengkalai.
O: Terakhir, bagaimana peran PBSI-nya Belgia terhadap kemajuan bulutangkis?
Y: PBSI Belgia punya sturktur yang baik. Ada banyak anak yang bermain bulutangkis dan mereka sudah cukup bagus. Tetapi problemnya adalah, saat mereka berusia 18 tahun, tetap fokus di bulutangkis atau memilih kuliah, dan itu terkendala di sana. Banyak sebenarnya talenta bagus. Namun, orang Eropa culture-nya lebih ke study daripada ke sport.
Semoga pemerintah Indonesia mampu menyejahterakan para atletnya, sehingga para atlet tidak khawatir dimasa tuanya.

sumber: okezone.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pebulutangkis Ganteng dan Hebat Belgia ini Ternyata Orang Bandung"

Post a Comment